what makes you who you are
Dua aktor duduk saling berhadapan sementara dua kru kamera mengambil gambar dari sudut yang berlawanan / Two actors sit facing each other while two camera people shoot the scene from opposite angles.

Improvisations and Pre-Production / Improvisasi dan Pra-Produksi

Improvisations started this week with the three actors, and the crew filming and recording sound. Improvisasi dimulai pada minggu ini dengan tiga aktor, beserta kru film dan juru suara.

enid
Dua aktor duduk saling berhadapan sementara dua kru kamera mengambil gambar dari sudut yang berlawanan / Two actors sit facing each other while two camera people shoot the scene from opposite angles.
Tes kamera. Foto oleh Michael Achtman/Camera Tests. Photo by Michael Achtman

Improvisations started this week with the three actors, and the crew filming and recording sound. Of course, the starting point, after a group warm up that included both cast and crew, was the question, “What makes you who you are”.

On day one of the impros (16 Jan), we did a series of exercises set in a cafe and in a warung (food stall) where the actors experimented with different aspects of character identity – age, gender, ethnicity, class, sexual orientation, etc. – based on key words. It’s interesting to see how people make assumptions about others based on visual and aural clues and already interesting to notice the gap between public and private selves.

Kru kamera mengelilingi aktor yang duduk / Camera crew surround a seated actor.
Tes kamera. Foto oleh Michael Achtman/Camera Tests. Photo by Michael Achtman/Camera tests. Photo by Michael Achtman

What makes you who you are will ultimately be installed in the gallery, but Caglar is interested in using the entire PSBK site, and there will be AR markers installed around the site that trigger additional content. He is also looking for interesting places around PSBK to shoot scenes. To open this up, he asked the cast and crew to locate two places at PSBK, one that makes you feel comfortable or protected, and another that makes you feel uncomfortable or threatened. Cast and crew were asked to shootphotos of those two places and send them via WhatsApp to Caglar. These images were amazing, both visually and in terms of revealing aspects of the characters, and we will definitely be using some of them as locations.

At the end of the day, Caglar used “hot seating” to further develop some of the characters that had come to life. This is where the actor sits down and answers a series of questions in character. The questions can be about any detail of their life and it’s a very revealing impro technique to discover deeper aspects of each character.

All of this was filmed and recordedby two cameras at once, which allows different perspectives and can be used for split screen if desired.

Day two (17 Jan) continued with more improvising, using some of the material from the first day and developing additional characters and scenes. Caglar had asked each actor to think of two people who were major influences in their lives, one positive and one negative.  This could be autobiographical, or about someone they knew. Caglar used these influencers as the basis for scenes where people interact with significant people in their past.

By the end of the day, three characters had emerged, one for each actor, that Caglar is interesting in focusing on throughout the filming next week: Nadira will play Jana, Albert will play Retno and Patricia (Via) will play Aik. Note that these names are all non-gender specific, so we’re leaving that door open for now.

Improvising with the Azwar and Yudi, we found and capture abrilliant scene, a simpleset-up where the characters come out of the rain into an abandoned building that was shot in the darkenedLayang Layangstudio, with rain pounding in the background. The characters didn’t speak to each other, and yet so much was revealed. Caglar said he already knew that would form part of the final installation. A great way to end the day.

A shout out to Katrin, our Indonesian-English translator. Although all the actors speak English, we are shooting everything in Bahasa Indonesia, which Katrin is live translating on set, using her laptop and Google docs. Caglar is able to follow along on his own laptop to tune into the dialogue. Katrin is then going home to transcribe and translate all the footage, so that we have .SRT (captioning) files for all the videos as we edit. A huge undertaking!

Dua aktor duduk saling berhadapan sementara dua kru kamera mengambil gambar dari sudut yang berlawanan / Two actors sit facing each other while two camera people shoot the scene from opposite angles.
Tes kamera. Foto oleh Michael Achtman/Camera Tests. Photo by Michael Achtman

Improvisasi dimulai pada minggu ini dengan tiga aktor, beserta kru film dan juru suara. Tentu saja diawali dengan, setelah pemanasan kelompok yang melibatkan aktor dan kru, pertanyaan: “Apa yang menjadikan kamu jadi kamu”

Pada hari pertama improvisasi (16 Jan), kami melakukan serangkaian latihan dengan set di sebuah kafe dan warung di mana para aktor bereksperimen dengan berbagai aspek identitas karakter – usia, jenis kelamin, etnis, kelas, orientasi seksual. , dll. – berdasarkan beberapa kata kunci. Sangat menarik untuk melihat bagaimana orang membuat asumsi tentang orang lain berdasarkan petunjuk visual dan aural serta menarik pula untuk memperhatikan kesenjangan antara diri secara publik dan diri secara pribadi.

Karya ‘apa yang menjadikan kamu adalah kamu’ akan dipasang di galeri, tetapi Caglar tertarik untuk menggunakan seluruh lokasi PSBK dengan menggunakan penanda AR yang dipasang di sekitar lokasi yang dapat memunculkan konten tambahan. Dia juga mencari tempat-tempat menarik di sekitar PSBK untuk merekam adegan. Sebagai permulaan, dia meminta para aktor dan kru untuk menemukan dua tempat di PSBK, yang pertama membuat Anda merasa nyaman atau terlindungi, dan yang kedua membuat Anda merasa tidak nyaman atau terancam. Para aktor dan kru diminta untuk mengambil foto dari kedua tempat itu dan mengirimkannya ke Caglar melalui WhatsApp. Gambar-gambar tersebut luar biasa, baik aspek visual maupun aspek pengungkapan karakter, dan kami pasti akan menggunakan beberapa dari mereka sebagai lokasi proses pengambilan gambar.

Kru kamera mengelilingi aktor yang duduk / Camera crew surround a seated actor.
Tes kamera. Foto oleh Michael Achtman/Camera Tests. Photo by Michael Achtman/Camera tests. Photo by Michael Achtman

Di penghujung hari, Caglar menggunakan “kursi panas” untuk lebih mengembangkan beberapa karakter yang telah muncul. Di sinilah aktor duduk dan menjawab serangkaian pertanyaan sebagai karakter. Pertanyaannya bisa mengenai detail kehidupan mereka. Itu merupakan teknik improvisasi yang sangat menyingkap aspek setiap karakter secara lebih mendalam.

Semua ini difilmkan dan direkam oleh dua kamera sekaligus, yang memungkinkan perspektif yang berbeda dan dapat digunakan untuk layar terpisah jika diinginkan.

Hari kedua (17 Jan) diadakan improvisasi lanjutan dengan menggunakan beberapa materi dari hari pertama, serta mengembangkan tambahan karakter dan adegan. Caglar telah meminta setiap aktor untuk memikirkan dua orang yang memberi pengaruh besar dalam hidup mereka, satu positif dan satu negatif. Ini bisa berupa pengalaman pribadi, atau tentang seseorang yang mereka kenal. Caglar menggunakan orang-orang yang memberi pengaruh ini sebagai dasar untuk adegan di mana mereka berinteraksi dengan orang-orang penting di masa lalu mereka.

Di penghujung hari, tiga karakter telah muncul, satu untuk masing-masing aktor, yang akan menjadi fokus Caglar sepanjang pembuatan film minggu depan: Nadira akan memerankan Jana, Albert akan memerankan Retno dan Patricia (Via) akan memerankan Aik. Perlu diperhatikan bahwa semua nama ini tidak mencerminkan gender yang spesifik, jadi kami membiarkan opsi tersebut terbuka untuk saat ini.

Berimprovisasi dengan Azwar dan Yudi, kami menemukan dan merekam sebuah adegan brilian, sebuah keadaan sederhana di mana karakter berlindung dari hujan di bangunan terlantar yang direkam di ruang Layang-Layang yang gelap, dengan hujan sebagai latarnya. Karakter tidak berbicara satu sama lain, namun begitu banyak yang terungkap. Caglar mengatakan bahwa dia sudah tahu itu akan menjadi bagian dari instalasi akhir. Cara yang bagus untuk mengakhiri hari.

Terima kasih kepada Katrin, penerjemah Bahasa Indonesia-Bahasa Inggris kami. Meskipun semua aktor dapat berbahasa Inggris, kami merekam semuanya dalam Bahasa Indonesia, yang diterjemahkan langsung oleh Katrin, menggunakan laptop dan Google Document. Caglar dapat mengikuti melalui laptopnya sendiri untuk memahami percakapan. Katrin kemudian akan menyalin dan menerjemahkan semua rekaman, sehingga kami memiliki file .SRT (transkrip) untuk semua video saat kami menyunting. Usaha yang hebat!

Leave a Reply